Senin, 05 April 2010



Dalam gambar di atas terlihat jelas, apa yang di rasakan masyarakat Indonesia saat ini. Dimana masyarakat kurang mampu semakin tertindas. Hal ini karena system economy di negara kita yang kurang, tidak adanya pemikiran yang matang dalam mengambil keputusan. Seperti gambar di atas ( gas elpiji ), masyarakat secara tidak langsung di paksa memakai elpiji oleh pemerintah, tanpa melihat kondisi keuangan tiap – tiap keluarga kurang mampu di negara kita. Sementara harga gas itu sendiri jauh lebih tinggi dari penghasilan mereka ( keluarga kurang mampu ). Banyak masyarakat yang tidak kuat akan kebijakan ekonomi yang di terapkan di Indonesia ini sehingga mereka menghalalkan segala cara. Seperti gambar di atas ( orang dalam botol / tuyul ) adalah salah satu tindakan masyarakat yang putus asa akan kebutuhan hidup yang semakin lama semakin tinggi sehingga dia menggunakan aliran hitam begitu biasa di sebut demi memenuhi kebuthan hidupnya dan keluarganya, padahal perbuatan ini di larang keras oleh agama karena musrik. Selain itu kejahatan atau tindakan lainnya yang terjadi di negara kita yaitu, pembunuhan ibu – anak, pencurian, penipuan, dan banyak lagi. Dan semua tindakan itu berdasarkan karena tingkat kebutuhan hidup yang tinggi. Sehingga banyak masyarakat yang nekat melakukan hal yang menyimpang. Seperti dalam gambar di atas ( petani menembak kepala ), kejadian tersebut juga sering kita dengar, dan itu karna factor ekonomi. Banyak penggusuran di lakukan, pemerintah tidak pernah berfikir bahwa dengan kita melakukan export dan menghentikan import, maka keuangan pemerintah akan lebih baik. Tetapi, sumber daya yang bisa membawa kita lebih baik dari sekarang ( walapun perlahan ), malah di gusur. Hal ini bukan mengurangi kemiskinan , tetapi peningkatan kemisikinan yang luar biasa akan kita alami, karena hilangnya sumber mata pencaharian mereka dan sumber penghasil untuk menambah devisa negara kita. Bertambah kemisikinan bertambah pula kebodohan di negara kita, maka semboyan Berantas kemiskinan dan kebodohan sudah tidak ada artinya lagi di negara kita. Karena semua imbauan bertolak belakang dengan keadaan yang ada saat ini. Dan seharusnya pemerintah bukan membuat negara ini negara instant tetapi negara yang mandiri yang dapat berpenghasilan tanpa terlibat hutang dengan negara lain. sehingga negara kita dapat lebih maju tidak hanya berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar