Rabu, 11 November 2009

output

innerclass 2

class mobil extends test{
public mobil(){
super("porShe",320,true);
}
public void bunyi(){
System.out.println ("\nngoonnggg.....nggonnngggg.....");
}
public static void main(String[] args){
mobil m = new mobil();
m.cbaKendaraan();
m.bunyi();
}
}

innerclass1

abstract class test {
protected String nama;
protected int kecepatanMaksimal;
protected boolean bisaKencang = false;

public test(String nama, int kecepatan, boolean kencang){
this.nama = nama;
kecepatanMaksimal = kecepatan;
bisaKencang = kencang;
}

public abstract void bunyi();

public static void mogok(){
System.out.println ("ded, ded, ded");
}

public void cbaKendaraan(){
System.out.println ("Nama Kendaraan : " + nama);
System.out.println ("Kecepatan : " + kecepatanMaksimal);
System.out.println ("Bisa kencang engga : " + bisaKencang);
}
}

Selasa, 03 November 2009

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah

Kesulitan utama dalam bahasa Indonesia terdapat pada pengejaan yang sering salah sebuah karya ilmiah, maka pada blog ini akan memperlihatkan asal muasal ejaan tersebut antara lain :
Ejaan van Ophuijsen

Ejaan van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan bahasa melayu dengan huruf Latin. Charles Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim menyusun ejaan baru ini pada tahun 1896. Pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama ejaan van Ophuijsen itu resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:

1. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa.
2. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
3. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
4. Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dsb.


Ejaan Republik

Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:

1. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
2. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
3. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
4. Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.

Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)

Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.

Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)

Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.

Ada empat tempo penting dari hubungan kebudayaan Indonesia dengan dunia luar yang meninggalkan jejaknya pada perbendaharaan kata Bahasa Indonesia.

Penulisan ilmiah merupakan sebuah karangan yang bersifat fakta atau real yang ditulis dengan menggunakan penulisan yan gbaik dan benar serta ditulis menurut metode yang ada.

Terdapat beberapa jenis penulisan ilmiah yang dapat di kategorikan sebagai berikut :

Ø Makalah
Karya tulis yang menyediakan permasalahan dan pembahasan sesuai dengan data yang telah di dapatkan di lapangan dengan objektif.

Ø Kertas Kerja
Pada umumnya kertas kerja hamper sama dengan makalah akan tetapi kertas kerja digunakan untuk penulisan local karya atau seminar serta lebih mendalam dari makalah.

Ø Laporan Praktik Kerja
Karya ilmiah yang memaparkan fakta yang di temui di tempat bekerja yang digunakan untuk penulisan terakhir jenjang diploma III (DIII).

Ø Skripsi
Merupakan karya ilmiah yang mengemukakan pendapat orang lain dan data yang telah di dapat di lapangan yang digunakan untuk mendapat gelar S1 :

Langsung (observasi lapangan)
Skripsi
Tidak langsung (studi kepustakaan)

Ø Tesis
Kerya ilmiah yang bertujuan untuk melakukan pengetahuan baru dengan melakukan peneluitian penelitian terhadap hasil hipotesis yang ada.

Ø Disertasi
Karya tulis untuk mengungkap dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta yang realistis dan data yang relefan serta objektif.

Dalam menulis karya ilmiah sebaiknya menggukan kata-kata atau kalimat yang sesuai dengan kaidah dan bahasa yang penuturannya terpelajar dengan bidang tertentu, ini berguna untuk menghindari ketaksaan atau ambigu makna karna karya ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa penulisan karya ilmiah tidak mengandung bahasa yang sifatnya konstektual,

Masalah yang terjadi dalam karya ilmiah biasanya adalah masalah mengenai abstrak atau konstektual yang nantinya akan sulit dicari kebenaranya dengan alat peraga atau analogi dengan keadaan yang nyata. Untuk mengungkap hal tersebut di perlukan sebuah struktur kata yang sangat canggih, Ciri bahasa keilmuan ialah kemampuan untuk membedakan gagasan atau pengertian yang sangat berbeda dengan bahasa yang baku dan cermat. Dengan begitu akan mudah untuk mencari makna yang sesungguhnya tanpa ada kesalahan sedikit pun, perlu di perhatikan beberapa aspek yang sangat penting yaitu :

- Singkat dan Pendek
- Bermakna Isinya
- Memenuhi kaidah bahasa yang benar
- Komunikatif secara ilmiah
- Berkesatuan yang jelas
- Jelas uraianya
- Memenuhi kaidah kebahasaan

Oleh karena itu, pengajar perlu memperhatikan kaidah yang berkaitan dengan pembentukan istilah, Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) yang dikeluarkan oleh pusat pembinaan bahasa Indonesia merupakan sumber yang baik sebagai pedoman dalam memperhatikan hal-hal tersebut. Dan juga tanda baca yang tepat untuk di setiap kalimat yang dimuat dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)